Pengiriman data ke platform SATUSEHAT menjadi kewajiban bagi setiap Fasilitas Kesehatan (Faskes) yang telah menerapkan Rekam Medis Elektronik (RME). Selain untuk memenuhi aturan pemerintah dan menghindari sanksi administratif, pengiriman data secara rutin ke SATUSEHAT diharapkan dapat menciptakan interoperabilitas data kesehatan demi optimalisasi pelayanan kesehatan.
Masih banyak faskes yang belum mengirimkan data secara rutin ke SATUSEHAT. Pasalnya sebelum tanggal 31 Juli 2024, Faskes yang telah terkoneksi SATUSEHAT perlu mengirimkan data kunjungan pasien sebanyak 50% (baca selengkapnya disini). Untuk itu, berikut adalah ringkasan alur pengiriman data ke SATUSEHAT bagi faskes:
Faskes yang telah terverifikasi SATUSEHAT perlu melakukan Autentikasi untuk mendapatkan token akses. Token ini akan digunakan dalam setiap permintaan ke API SATUSEHAT untuk mengirimkan data pasien. Untuk melakukan autentikasi, faskes perlu mengirimkan permintaan ke endpoint autentikasi SATUSEHAT dengan menyertakan API key dan informasi autentikasi lainnya.
Sebelum mengirim data, faskes perlu memastikan bahwa data sudah diubah sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan oleh SATUSEHAT. Faskes dapat mengubah format data dalam bentuk JSON untuk melanjutkan pengiriman data SATUSEHAT.
Untuk mengenal lebih lanjut terkait interoperabilitas kesehatan, faskes dapat menggunakan Postman Collection untuk melakukan forking ataupun import sebelum akhirnya menggunakan data tersebut diuji coba dalam Sandbox (Staging).
Ketika data sudah siap, faskes dapat mengirimkan data ke SATUSEHAT menggunakan token akses yang sudah diterima melalui endpoint produksi SATUSEHAT. Pastikan format data telah diuji dalam endpoint staging (dummy) untuk memastikan format yang dikirimkan sudah sesuai.
Adapun faskes perlu mengirimkan resource terkait Orientasi (Patient, Practitioner, Organization, dan Location) sebelum nantinya melanjutkan interoperabilitas (transaksi data) sesuai dengan modul pelayanan dan modul penerapan (Use Case).
Setelah data dikirim, penting untuk memonitor respons dari SATUSEHAT untuk memastikan data diterima dan diproses dengan benar. Validasi akan dilakukan terhadap kode-kode terminologi yang digunakan saat mengirimkan data melalui Interoperabilitas FHIR. Jika terjadi kesalahan, lakukan tindakan korektif yang diperlukan dan kirim ulang data jika perlu.
Itulah alur pengiriman data ke SATUSEHAT yang dapat dilakukan oleh fasilitas kesehatan. Faskes diharapkan dapat mengirimkan 50% data kunjungan pasien sebelum 31 Juli 2024. Maka dari itu, peran tim IT sangat dibutuhkan untuk membantu proses interoperabilitas kesehatan ini.
SIMRS Digicare merupakan partner terbaik bagi Tim IT Rumah Sakit dalam membantu proses integrasi data ke SATUSEHAT. Telah terstandarisasi HL7 FHIR dan terkoneksi SATUSEHAT, temukan kemudahan pengiriman data rumah sakit ke SATUSEHAT bersama Digicare. Hubungi tim Digicare (+6285179837618) untuk request demo gratis seputar Interoperabilitas SATUSEHAT.
Source : Playbook SATUSEHAT
https://satusehat.kemkes.go.id/platform/docs/id/playbook/#6-onboarding