Seluruh informasi pasien terkait identitas, pemeriksaan, tindakan, dan pelayanan kesehatan lainnya di rumah sakit akan dirangkum dalam berkas rekam medis. Petugas rekam medis akan menyimpan berkas-berkas tersebut dalam ruang penyimpanan sebagai arsip agar nantinya dapat digunakan kembali.
Kendala sering terjadi dalam ruang penyimpanan rekam medis, mulai dari data yang sulit dicari, rusak, tidak ada tempat untuk menyimpan data baru, hingga rekam medis yang hilang. Maka dari itu, pemerintah memberikan aturan bagi setiap fanyakes untuk beralih ke Rekam Medis Elektronik dan menggunakan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit. Lalu, sejauh mana SIMRS dapat membantu rumah sakit dalam mengatur rekam medis?
Kemudahan Pencatatan Rekam Medis
Rekam medis yang dicatat secara manual oleh tenaga medis, akan disusun dan dirapikan kembali oleh tenaga rekam medis untuk kebutuhan klaim biaya pelayanan. Tenaga rekam medis juga perlu menginput dan mengolah rekam medis menjadi rekam medis elektronik sesuai dengan aturan pemerintah.
SIMRS berperan sebagai wadah bagi tenaga medis dan petugas rekam medis untuk mencatat rekam medis pasien dalam satu sistem terintegrasi. Tenaga medis dapat dengan mudah menginput rekam medis sesuai dengan terminologi yang ditentukan, dan petugas rekam medis dapat langsung mengolahnya untuk pengajuan klaim tanpa harus menunggu berkas diserahkan.
Akurasi Rekam Medis
Pencatatan rekam medis secara manual terkadang masih sulit untuk diinterpretasikan. Tulisan setiap orang yang berbeda-beda membuat proses pengolahan rekam medis menjadi terhambat dan perlu konfirmasi secepatnya untuk menghindari kesalahan.
Dengan SIMRS, pencatatan rekam medis dapat mudah dibaca sehingga mempercepat pengolahan data rekam medis. Selain itu, sistem yang terintegrasi juga mempercepat petugas rekam medis untuk melakukan konfirmasi jika dirasa ditemukan data-data yang tidak sesuai. Proses ini juga mempercepat pelayanan pasien untuk melakukan transaksi.
Efisiensi Beban Kerja SDM Rumah Sakit
Peran SIMRS adalah membantu meringkaskan pekerjaan setiap komponen rumah sakit. Dengan fasilitas sistem, diharapkan meningkatkan sumber daya manusia dalam melayani pasien, yang juga akan berpengaruh terhadap perputaran pasien di rumah sakit.
Studi Kasus Implementasi SIMRS terhadap Ruang Penyimpanan Rekam Medis
Bayangkan sebuah rumah sakit yang sudah berdiri sejak puluhan tahun yang lalu. Tentunya ada banyak sekali dokumen pasien yang dimiliki rumah sakit dalam ruang penyimpanan rekam medis. Perlu waktu dan tenaga lebih untuk mencari dokumen pasien, serta berisiko rusak maupun hilang.
Melalui penerapan SIMRS, seluruh rekam medis dapat tersimpan dalam sistem yang terintegrasi untuk mempermudah pelayanan. Pihak rumah sakit dapat mencari pasien dalam sistem menggunakan nomor rekam medis ataupun NIK pasien. SIMRS yang terkoneksi dengan SATUSEHAT dan BPJS juga membentuk interoperabilitas kesehatan dalam menciptakan akses kesehatan yang lebih luas bagi pasien. Selain itu, rumah sakit juga dapat memanfaatkan ruang penyimpanan untuk kebutuhan pelayanan lainnya.
Memindahkan ruang penyimpanan rekam medis kedalam SIMRS menguntungkan rumah sakit mulai dari efektivitas SDM, efisiensi biaya operasional, hingga percepatan pelayanan pasien. Selain mengikuti anjuran pemerintah, rumah sakit juga dapat menaikkan citra baik dalam memberikan pelayanan kesehatan yang efektif.
SIMRS Digicare telah terstandar HL7FHIR dan terkoneksi SATUSEHAT & BPJS, didukung dengan modul-modul komprehensif, yang dapat membantu integrasi rumah sakit dalam mengambil keputusan demi efektivitas pelayanan pasien. Jadwalkan demo gratis bersama Tim Digicare (+6285179837618) untuk mulai digitalisasi ruang penyimpanan rekam medis!